Half Cell Potential Test (Test Korosi)

Metode pengukuran half-cell potential merupakan salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengindikasikan tingkat korosi dari tulangan yang berada di dalam beton. Pengukuran yang dilakukan didasarkan pada beda potensial tulangan yang berada di dalam beton relatif terhadap referensi half-cell yang ditempatkan pada permukaan beton. Hasil pembacaan dari half cell potential test berupa beda potensial (mV), semakin tinggi beda potensial maka semakin tinggi indikasi korosi tulangan di dalam beton. Bisa juga dinterpretasikan dari resistivity.

Non Destructive Testing

Core Dilling on Pedestal Kolom

Chipping on Pedestal kolom

Uji Kekuatan Beton dengan Hammer Test on Kolom Pedestal

Concrete Hammer Test atau Schmidt Hammer Test merupakan suatu metode uji yang mudah dan praktis untuk memperkirakan mutu beton.Dengan di metode ini kita dapat memperkirakan kekuatan,ketahanan beton pada bangunan.Prinsip kerja Concrete Hammer adalah dengan memberikan beban impact (tumbukan) pada permukaan beton dengan menggunakan suatu massa yang diaktifkan dengan menggunakan energy yang besarnya tertentu.Karena timbul tumbukan antara massa tersebut dengan permukaan beton, massa tersebut akan dipantulkan kembali. Jarak pantulan massa yang terukur memberikan indikasi kekerasan permukaan beton. Kekerasan beton dapat memberikan indikasi kuat tekannya.

Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) Test

Beberapa peraturan di negara maju mensyaratkan perlunya pemeriksaan bangunan existing tiap kali adanya update peraturan baru. Di-Indonesia sendiri belum ada peraturan yang mengatur perlunya pemeriksaan bangunan setiap ada update peraturan, namun belakangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menginstruksikan untuk menerbitkan sertifikat laik fungsi bangunan (SLF) setiap 5 tahun dimana salah satu persyaratannya mensyaratkan pemeriksaan bangunan existing. Umumnya alasan dilakukan pemeriksaan bangunan existing karena adanya update peraturan, umur bangunan, perubahan fungsi bangunan, dan kerusakan akibat gempa. Pada Studi kasus ini bangunan industri dibangun tahun 1990, akibat update peraturan dan umur bangunan, maka bangunan akan di periksa dengan metode non-destructive test (NDT) menggunakan Brinell Hardness Test dan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) Test. Metode NDT dipilih karena tidak mengganggu operasional bangunan. Dari hasil pengujian NDT dan analisis struktur berdasarkan data aktual dilapangan menunjukan beberapa struktur tidak memenuhi kriteria desain dengan peraturan terbaru AISC 360-16 dan perlu retrofit untuk kondisi yang tidak memenuhi kriteria desain